Beberapa hari yang lalu, keluarga ku mengalami musibah, adik yang paling kecil kehilangan laptop dan juga blackberry nya dimalam hari pada saat dia terlelap dikamar kos nya, si pencuri merusak jendela kamarnya dan mengambil barang-barang tersebut.
Lalu ibuku mengabari aku dan meminta bantuan untuk membantu membelikan adek aku sebuah blackberry, yang pada saat itu, karena tidak memiliki uang, aku pun meminta beliau untuk bersabar sedari aku menunggu gajian dan memikirkannya. Dan sampailah hari ini aku gajian, dan alhamdulillah aku menerima upah lebih untuk tunjangan cuti ku setahun kedepannya. Aku pun langsung mengabari ibuku, dan mengetahui bagaimana tabiat sang adik, aku berencana untuk membelikan blackberry itu di tempat domisiliku sekarang -jakarta dan mengirimkannya ke adikku -medan. Karena sebenernya pada dasarnya semua blackberry itu sama, untuk apalah harus bermewah-mewah, dan aku mengatakan pada ibu ku akan membelikan adikku blackberry yang sama seperti yang ia miliki sebelumnya. Namun apakah jawabannya? Dia malah menginginkan tipe yang jauh lebih mahal, bahkan jauh lebih dari harga handphone yang aku miliki, yang ditempat kerjaku malah digunakan oleh General Managerku. so??? apa maksdnya mau membunuh aku atau gimana.
Aku jelaskan ke ibu ku, bahwa itu hanya sia-sia, dan bahwa itu sangatlah mahal, aku takkan sanggup. Tapi ibuku malah berkata, " ya sayang adiklah.." nqbhdcqfbfdijcbecvdhucbdjcnq!!!! itu namanya bukan sayang adik mamaku sayang.. itu namanya aku menjerumuskan adikku menjadi seorang peminta-minta, tanpa mau berusaha. Bukannya aku pelit, bukan aku tak mau membantu, tapi kalo untuk berfoya-foya dan untuk berfoya-foya itu harus berhutang, buat apa coba?? Ok kalo aku diberi hidup sampai hutangku lunas, kalo ternyata umurku tak panjang?? so??
Tak tau lagi bagaimana, bener-bener tak tau, bagaimana cara merubah sifat adik aku ini, dan bagaimana agar membuat ibuku mengerti, bahwa tindakannya itu, malah berakibat buruk untuk masa depan adikku. Aku bingung harus berkata apa ke ibuku, aku bingung bagaimana lagi cara mendidik adikku.
Ya Allah, sadarkanlah ibu dan adikku, sadarkan keluargaku, bimbinglah mereka kembali kejalanMu, kejalan orang-orang menuju surgaMu. Amin.
Selasa, 29 November 2011
Terima kasih ALLAH
Tiada henti aku dan mamase bersyukur, dengan kehadiran kami masing-masing, bersyukur kami bisa saling mengingatkan satu sama lain, saling menjaga walau belum dapat sepenuhnya. Dan tiada pula kami berhenti bersyukur, atas kebaikan semua orang, disekitar kami, yang ternyata ikut mendoakan kami, bahkan membantu kami.
Tiada mampu aku membalasnya, tiada mampu kami membalasnya, mereka yang mendoakan kami dengan tulus, membantu kami, mereka yang ikut tersenyum dengan kami, segalanya... mereka segalanya...
Subhanallah, Engkaulah Maha Segalanya Ya Allah, berilah yang terbaik untuk mereka, balaslah doa mereka untuk kami dengan kebaikan yang tiada tara dalam hidup mereka, bahagiakan mereka seperti aku bahagia saat ini, temani mereka seperti mereka menemani aku saat ini. Amin. Terima kasih.. terima kasih untuk segalanya. terima kasih untuk semuanya.
Tiada mampu aku membalasnya, tiada mampu kami membalasnya, mereka yang mendoakan kami dengan tulus, membantu kami, mereka yang ikut tersenyum dengan kami, segalanya... mereka segalanya...
Subhanallah, Engkaulah Maha Segalanya Ya Allah, berilah yang terbaik untuk mereka, balaslah doa mereka untuk kami dengan kebaikan yang tiada tara dalam hidup mereka, bahagiakan mereka seperti aku bahagia saat ini, temani mereka seperti mereka menemani aku saat ini. Amin. Terima kasih.. terima kasih untuk segalanya. terima kasih untuk semuanya.
Sepanjang Hidup
Aku bersyukur kau di sini kasih
Di kalbuku mengiringi
Dan padamu ingin ku sampaikan
Kau cahaya hati
Dulu ku palingkan diri dari cinta
Hingga kau hadir membasuh segalanya
Oh inilah janjiku kepadamu
Reff:
Sepanjang hidup bersamamu
Kesetiaanku tulus untukmu
Hingga akhir waktu kaulah cintaku cintaku
Sepanjang hidup seiring waktu
Aku bersyukur atas hadirmu
Kini dan selamanya aku milikmu
Yakini hatiku
Kau anugerah Sang Maha Rahim
Semoga Allah berkahi kita
Kekasih penguat jiwa
Ku berdoa kau dan aku di Jannah
Ku temukan kekuatanku di sisimu
Kau hadir sempurnakan seluruh hidupku
Oh inilah janjiku kepadamu
Yakini hatiku bersamamu ku sadari inilah cinta
Tiada ragu dengarkanlah
Kidung cintaku yang abadi
Air mata kembali menetes dari mataku, tapi kali ini bukan hanya menetes, melainkan mengalir deras, sederas-derasnya. Bagaimana tidak, ditengah ke-bete-an ku karena obrolan aku dan dia yang ujung-ujungnya menjadi garing (karena aku khawatir pada temen lelakiku, sedangkan dia cuek aja) eh tiba-tiba dia mengirimkan aku video klip lagu Sepanjang Hidup by Maher Zain. Subhanallah liriknya, janji itu.. aku menangis, aku tak mampu berkata apa-apa, aku cuma bilang, "ini lagu untuk ai?" dan dia bilang "iya" dan demi Allah, saat itu juga aku tak mampu berkata, tak mampu bertanya, hanya dapat menangis, menangis sederas-derasnya, mensyukuri segalanya, segalanya. Dia adalah anugerah terindah yang Allah beri untukku saat ini. Dan aku, hanya dapat berdoa, meminta, untuk kebaikannya, kebaikan kami, untuk kebahagiaannya,
Kau anugerah Sang Maha Rahim
Semoga Allah berkahi kita
Kekasih penguat jiwa
Ku berdoa kau dan aku di Jannah
Dan kami berniat untuk menikah secepatnya, secepatnya, semoga Allah meridhai niat kami, semoga keluarga menerima niat kami, semoga Allah memberikan kami kekuatan dan kemudahan dalam menggapai niat kami. Amin.
My World is Full With You
Tanpa ada ikatan apapun, hanya rasa saling menyayangi, kami pun menjalani semuanya bersama. Saling mengingatkan, saling mengasihi, saling perduli, everything... aku dan dia bersama, bergandengan tangan melalui semuanya, tersenyum, tertawa, segalanya.
Dengan keikhlasanku atas diriku, aku tak memintanya menjadi jodohku lagi, dengan segala anugerah yang maha indah ini, yang tumbuh dihatiku, hanya ingin dia bahagia, walau bukan denganku, aku hanya ingin dia tersenyum bahagia, karena senyumnya dapat membahagiakan orang lain, karena senyumnya menjadi arti kehidupanku. Cuma itu ga lebih aku hanya ingin itu.
Jangan ditanya apa itu yang namanya cinta... maaf aku tak tahu, aku ikhlas apapun yang dituliskan Allah untukku, aku ikhlas walau hanya sementara, aku ikhlas dengan segalanya. InsyaAllah :)
Namun ternyata, dia.. dia.. lebih lebih dari yang kubayangkan, dia menginginkanku menjadi istrinya, dia berniat menikah denganku, dia memikirkan segalanya disaat aku mengikhlaskan segalanya. Dia yang tak mengenalku, tak mengetahui siapa aku, percaya padaku, percaya pada cintaku, percaya pada kasih sayangku. Dia terus membuatku tak berhenti semakin dan semakin mencintai Allah, dia terus membuatku mencintai KEAGUNGAN ALLAH SWT.
Semenjak itu aku ikut berjuang, dia memintaku untuk mendoakan kami, semoga Allah dan keluarga meridhai niat kami, dia hanya memintaku berdoa, berdoa, sedangkan dia memikirkan segalanya, dari harus resign karena peraturan dikantor, dia yang memikirkannya. Sungguh, semenjak bersamanya air mataku tak dapat ku bendung lagi, tak mampu ku tahan lagi, tapi jangan salah ini bukan air mata kesedihan, tapi air mata atas syukurku yang tiada hingga pada Allah. (noh udah netes lagi air matanya) :')
Tiada mampu ku berkata, hanya dapat berdoa semoga dialah jodohku. Amin.
Dengan keikhlasanku atas diriku, aku tak memintanya menjadi jodohku lagi, dengan segala anugerah yang maha indah ini, yang tumbuh dihatiku, hanya ingin dia bahagia, walau bukan denganku, aku hanya ingin dia tersenyum bahagia, karena senyumnya dapat membahagiakan orang lain, karena senyumnya menjadi arti kehidupanku. Cuma itu ga lebih aku hanya ingin itu.
Jangan ditanya apa itu yang namanya cinta... maaf aku tak tahu, aku ikhlas apapun yang dituliskan Allah untukku, aku ikhlas walau hanya sementara, aku ikhlas dengan segalanya. InsyaAllah :)
Namun ternyata, dia.. dia.. lebih lebih dari yang kubayangkan, dia menginginkanku menjadi istrinya, dia berniat menikah denganku, dia memikirkan segalanya disaat aku mengikhlaskan segalanya. Dia yang tak mengenalku, tak mengetahui siapa aku, percaya padaku, percaya pada cintaku, percaya pada kasih sayangku. Dia terus membuatku tak berhenti semakin dan semakin mencintai Allah, dia terus membuatku mencintai KEAGUNGAN ALLAH SWT.
Semenjak itu aku ikut berjuang, dia memintaku untuk mendoakan kami, semoga Allah dan keluarga meridhai niat kami, dia hanya memintaku berdoa, berdoa, sedangkan dia memikirkan segalanya, dari harus resign karena peraturan dikantor, dia yang memikirkannya. Sungguh, semenjak bersamanya air mataku tak dapat ku bendung lagi, tak mampu ku tahan lagi, tapi jangan salah ini bukan air mata kesedihan, tapi air mata atas syukurku yang tiada hingga pada Allah. (noh udah netes lagi air matanya) :')
Tiada mampu ku berkata, hanya dapat berdoa semoga dialah jodohku. Amin.
Love is You
This is how I feel
Whenever I’m with you
Everything is all about you
Too good to be true
Somehow I just can’t believe
You can lay your eyes on me
If this is a fairytale
I wish it will end happily
Even though we are apart
I can feel you here next to me
Here and now I will vow
Stay with me
Reff:
Let me love you
With all my heart
You are the one for me
You are the light in my soul
Let me hold you
With my arms
I wanna feel love again
I wanna feel love again
I wanna feel love again
Cuz I know
Love is you
"Jika boleh ku meminta, izinkan aku meminta dirimu menjadi jodohku"
Yess, inilah doa yang kupanjatkan saat aku dan MAZT (seterusnya akan kita panggil mamase) :D semakin dekat... walau sebenernya itu keisenganku belaka, karena kelucuan padanya, aku pun iseng, dan karena desakan ibu angkatku untuk secepatnya mendapatkan pacar, akupun menyebut namanya. Yang ternyata malah menjadikan kemajuan dan bahkan anugerah untukku.
Si ibu yang mendengar namanya kusebut, langsung mencari tahu tentang kegiatannya, dari rajin puasa senin kamis, rajin dhuha, dan aku pun semakin kagum, terlebih temen aku, deden bilang kalo dia udah HAJI. Dan apa kalian tau apa yang ada dihatiku?? Ya ampun, aku salah, aku main api dan sekarang aku akan terbakar. Aku dengan sengaja bercanda mesra dengannya yang ternyata dia tanggapin, yang membuatku menjadi nyaman bersamanya, namun ternyata sosoknya adalah sosok yang luar biasa, sosok impian yang sedari dulu aku bayangkan, sedari dulu aku inginkan, aku butuhkan. Aku bingung, atas perasaanku, atas tanggapannya, atas keadaanku khususnya. Aku ga tau harus bagaimana, harus membiarkan diriku jatuh cinta padanya? atau membiarkan aaahh ntahlaah.. sampai akhirnya, ketika kami jalan, aku ga ngerti dan jangan tanya lagi kenapa bisa, aku bener-bener ga tau, disampingnya yang kurasakan hangat... hangaaatt sekali, tanganku yang sering dingin, tiba-tiba bergerak mencari tangannya, berdekatan dengannya, dan tiba-tiba dia menggenggam tanganku!!! perfect!!!
Aku bener-bener diluar logika, semakin mengagguminya, semakin aahh semakin gila berdoa mengharapkannya. Dan kalian tahu?? dia bilang "I Love You" dan seketika itu juga terluncur dibibirku, "I Love You Too", gilaakk bener-bener gilaakkk.. aku merasa seperti mimpi, bener-bener mimpi, bermimpi seorang mamase mengatakan dia mencintaiku padahal itu baru pertemuan kami yang ketiga!!! bayangkaann!! secepat itu, dan aku woww.. speechless...
Ga ada kata jadian, ga ada kata pacaran, kami jalani semuanya mengalir begitu saja, dia bener-bener lelaki impianku, semua doaku sepertinya dikabulkan oleh Allah, atau mungkin ini DP untuk aku berusaha lebih baik lagi, aku tak tau tapi yang aku tau, aku harus menjaganya, menjaga hatinya, cintanya, dan menjaga cintaku tak melebihi cintaku pada Allah, dan semakin ku mencintainya, semakin besar pula aku mencintai Allah. Rasa syukur yang kuucapkan, kusujudkan, ntahlah aku rasa takkan pernah cukup untuk mengungkapkan apa yang ada dihatiku. Allah sangat mencintaiku.
be continued....
Whenever I’m with you
Everything is all about you
Too good to be true
Somehow I just can’t believe
You can lay your eyes on me
If this is a fairytale
I wish it will end happily
Even though we are apart
I can feel you here next to me
Here and now I will vow
Stay with me
Reff:
Let me love you
With all my heart
You are the one for me
You are the light in my soul
Let me hold you
With my arms
I wanna feel love again
I wanna feel love again
I wanna feel love again
Cuz I know
Love is you
"Jika boleh ku meminta, izinkan aku meminta dirimu menjadi jodohku"
Yess, inilah doa yang kupanjatkan saat aku dan MAZT (seterusnya akan kita panggil mamase) :D semakin dekat... walau sebenernya itu keisenganku belaka, karena kelucuan padanya, aku pun iseng, dan karena desakan ibu angkatku untuk secepatnya mendapatkan pacar, akupun menyebut namanya. Yang ternyata malah menjadikan kemajuan dan bahkan anugerah untukku.
Si ibu yang mendengar namanya kusebut, langsung mencari tahu tentang kegiatannya, dari rajin puasa senin kamis, rajin dhuha, dan aku pun semakin kagum, terlebih temen aku, deden bilang kalo dia udah HAJI. Dan apa kalian tau apa yang ada dihatiku?? Ya ampun, aku salah, aku main api dan sekarang aku akan terbakar. Aku dengan sengaja bercanda mesra dengannya yang ternyata dia tanggapin, yang membuatku menjadi nyaman bersamanya, namun ternyata sosoknya adalah sosok yang luar biasa, sosok impian yang sedari dulu aku bayangkan, sedari dulu aku inginkan, aku butuhkan. Aku bingung, atas perasaanku, atas tanggapannya, atas keadaanku khususnya. Aku ga tau harus bagaimana, harus membiarkan diriku jatuh cinta padanya? atau membiarkan aaahh ntahlaah.. sampai akhirnya, ketika kami jalan, aku ga ngerti dan jangan tanya lagi kenapa bisa, aku bener-bener ga tau, disampingnya yang kurasakan hangat... hangaaatt sekali, tanganku yang sering dingin, tiba-tiba bergerak mencari tangannya, berdekatan dengannya, dan tiba-tiba dia menggenggam tanganku!!! perfect!!!
Aku bener-bener diluar logika, semakin mengagguminya, semakin aahh semakin gila berdoa mengharapkannya. Dan kalian tahu?? dia bilang "I Love You" dan seketika itu juga terluncur dibibirku, "I Love You Too", gilaakk bener-bener gilaakkk.. aku merasa seperti mimpi, bener-bener mimpi, bermimpi seorang mamase mengatakan dia mencintaiku padahal itu baru pertemuan kami yang ketiga!!! bayangkaann!! secepat itu, dan aku woww.. speechless...
Ga ada kata jadian, ga ada kata pacaran, kami jalani semuanya mengalir begitu saja, dia bener-bener lelaki impianku, semua doaku sepertinya dikabulkan oleh Allah, atau mungkin ini DP untuk aku berusaha lebih baik lagi, aku tak tau tapi yang aku tau, aku harus menjaganya, menjaga hatinya, cintanya, dan menjaga cintaku tak melebihi cintaku pada Allah, dan semakin ku mencintainya, semakin besar pula aku mencintai Allah. Rasa syukur yang kuucapkan, kusujudkan, ntahlah aku rasa takkan pernah cukup untuk mengungkapkan apa yang ada dihatiku. Allah sangat mencintaiku.
be continued....
Mengenal Cinta (3)
Berakhirnya hubungan ku dengan MAH tak seperti sebelumnya, walau hubungan itu udah terlalu dalam, mengaitkan keluarga dan orang-orang yang berharap hubungan itu berlanjut di pernikahan yang suci. Tapi aku tak sehancur dulu, karena aku yakin Allah SWT bersamaku, dan aku yakin itulah yang terbaik untuk kami walau mungkin menyakiti banyak orang. InsyaAllah semoga dapat menjaga silahturahmi dengan baik dan semoga Allah dapat menyembuhkan luka hatinya, dan mempertemukan dia dengan wanita yang beribu-ribu jauh lebih baik dari pada aku. amin.
Berakhirnya hubungan kami diawali dengan niat dan keyakinanku untuk menutup auratku, untuk menjaga apa yg aku punya, walau realitanya aku tak lagi punya apa-apa.. oh tidak, aku punya, punya dosa besar atas kesalahan-kesalahanku dulu. Aku berkeyakinan untuk memakai jilbab, mengubah pakaianku, walau tak sesempurna muslimah-muslimah lainnya, tapi insyaAllah dari hati yang paling dalam, semua seluruh hidupku, seluruh cintaku hanya ingin ku persembahkan pada DIA yang memberikan ku kasih sayang dan kesempatan untuk menjadi lebih baik lagi.
Begitupun dengan menjalin kasih, membayangkan berkasih, yess aku ingin segera menikah, aku bener-bener udah ga mau berbuat dosa lagi, dan aku ingin mencintai suamiku karena aku mencintai Allah, aku ingin suamiku dapat menjadi imamku, pembimbingku, pendampingku, segalanya menuju keridhoan Illahi. Selalu dan selalu itu doa dan pinta (jika boleh meminta) yang ku alunkan disetiap sujudku dan bayangku. Sampai tibalah ada seorang teman lama (PDK) yang yaahh pernah pacaran sama ku selama 9 hari, memintaku untuk menjadi kekasihnya, tapi dengan niatan ingin menikah tersebut, aku tak menerima dan menyatakan ingin menikah. Lalu tanpa disangka dia menyatakan bahwa dia ingin menikahi aku, secepatnya kapanpun aku siap dan bersedia. Dan saat itu juga aku bingung, apa yang harus aku lakukan, aku cuma dapat katakan, aku ingin bertemu, ingin berbicara langsung namun karena jarak yang tidak memungkinkan kami tidaklah dapat bertemu saat itu dan berjanji akan bertemu ketika lebaran.
Sepanjang perjalanan menuju tanggal yang ditetapkan untuk bertemu, aku terus berdoa, istikharah (saran dari ibu angkatku- siti yanti dan sahabatku-rahmi) dalam istikharah aku bertanya, apakah aku sudah pantas berumah tangga namun ku lupa untuk bertanya, apakah dialah jodoh yang Allah pilihkan. Dan jawaban dari doaku yaa.. aku sudah siap menikah, dan aku harus siap menikah. Karena itulah aku menyatakan kepada orang tua ku, niat ku untuk menikah, dan kebetulan ada lelaki yang hendak menikahiku. Aku dan dia pun sering berkomunikasi, membahas bagaimana anggaran pernikahan, bagaimana kami akan tinggal nantinya, bagaimana rumah kami nantinya, bagaimana penghasilannya, segalanya terkait masa depan. Sampai akhirnya lebaran pun datang, ibu ku meminta untuk dapat bertemu dengannya, dan ternyata setelah aku jalan sama dia, apa yang disebut kenyamanan itu tidaklah ada, ku berusaha sebaik mungkin senyambung mungkin, tapi tak ada, pantaslah setiap kali dia memanggil sayang (di sms dan telpon) aku langsung merinding, karena ternyata aku tak memiliki perasaan cinta itu kepadanya. Jangan tanya kenapa, aku pun tak tau. Dan akhirnya aku meminta dia untuk mengundurkan niat itu, dan mungkin mencoba untuk memulai dari awal saja, tapi ternyata respon dari dia negatif, dan yah semuanya berakhir... tapi ya menurut teman-teman kosan ku sih, dia ga cocok sama aku.. Waallahu'alam..
Dan tanpa kusadari, tanpa kurencanakan, tanpa ku prediksi, aku berkenalan dengan MAZT. Dia satu perusahaan denganku, yang menurut teman-temanku adalah sosok pria yang T.O.P yang calon suami impian, baik dalam sikapnya, akhlaknya, agamanya. Yesss aku kagum setengah mati dengan segala kelebihannya, dan terus menekan dan menyudutkan diri sendiri, menyadari siapa diriku, siapa aku, bagaimana aku.
be continued....
Berakhirnya hubungan kami diawali dengan niat dan keyakinanku untuk menutup auratku, untuk menjaga apa yg aku punya, walau realitanya aku tak lagi punya apa-apa.. oh tidak, aku punya, punya dosa besar atas kesalahan-kesalahanku dulu. Aku berkeyakinan untuk memakai jilbab, mengubah pakaianku, walau tak sesempurna muslimah-muslimah lainnya, tapi insyaAllah dari hati yang paling dalam, semua seluruh hidupku, seluruh cintaku hanya ingin ku persembahkan pada DIA yang memberikan ku kasih sayang dan kesempatan untuk menjadi lebih baik lagi.
Begitupun dengan menjalin kasih, membayangkan berkasih, yess aku ingin segera menikah, aku bener-bener udah ga mau berbuat dosa lagi, dan aku ingin mencintai suamiku karena aku mencintai Allah, aku ingin suamiku dapat menjadi imamku, pembimbingku, pendampingku, segalanya menuju keridhoan Illahi. Selalu dan selalu itu doa dan pinta (jika boleh meminta) yang ku alunkan disetiap sujudku dan bayangku. Sampai tibalah ada seorang teman lama (PDK) yang yaahh pernah pacaran sama ku selama 9 hari, memintaku untuk menjadi kekasihnya, tapi dengan niatan ingin menikah tersebut, aku tak menerima dan menyatakan ingin menikah. Lalu tanpa disangka dia menyatakan bahwa dia ingin menikahi aku, secepatnya kapanpun aku siap dan bersedia. Dan saat itu juga aku bingung, apa yang harus aku lakukan, aku cuma dapat katakan, aku ingin bertemu, ingin berbicara langsung namun karena jarak yang tidak memungkinkan kami tidaklah dapat bertemu saat itu dan berjanji akan bertemu ketika lebaran.
Sepanjang perjalanan menuju tanggal yang ditetapkan untuk bertemu, aku terus berdoa, istikharah (saran dari ibu angkatku- siti yanti dan sahabatku-rahmi) dalam istikharah aku bertanya, apakah aku sudah pantas berumah tangga namun ku lupa untuk bertanya, apakah dialah jodoh yang Allah pilihkan. Dan jawaban dari doaku yaa.. aku sudah siap menikah, dan aku harus siap menikah. Karena itulah aku menyatakan kepada orang tua ku, niat ku untuk menikah, dan kebetulan ada lelaki yang hendak menikahiku. Aku dan dia pun sering berkomunikasi, membahas bagaimana anggaran pernikahan, bagaimana kami akan tinggal nantinya, bagaimana rumah kami nantinya, bagaimana penghasilannya, segalanya terkait masa depan. Sampai akhirnya lebaran pun datang, ibu ku meminta untuk dapat bertemu dengannya, dan ternyata setelah aku jalan sama dia, apa yang disebut kenyamanan itu tidaklah ada, ku berusaha sebaik mungkin senyambung mungkin, tapi tak ada, pantaslah setiap kali dia memanggil sayang (di sms dan telpon) aku langsung merinding, karena ternyata aku tak memiliki perasaan cinta itu kepadanya. Jangan tanya kenapa, aku pun tak tau. Dan akhirnya aku meminta dia untuk mengundurkan niat itu, dan mungkin mencoba untuk memulai dari awal saja, tapi ternyata respon dari dia negatif, dan yah semuanya berakhir... tapi ya menurut teman-teman kosan ku sih, dia ga cocok sama aku.. Waallahu'alam..
Dan tanpa kusadari, tanpa kurencanakan, tanpa ku prediksi, aku berkenalan dengan MAZT. Dia satu perusahaan denganku, yang menurut teman-temanku adalah sosok pria yang T.O.P yang calon suami impian, baik dalam sikapnya, akhlaknya, agamanya. Yesss aku kagum setengah mati dengan segala kelebihannya, dan terus menekan dan menyudutkan diri sendiri, menyadari siapa diriku, siapa aku, bagaimana aku.
be continued....
Senin, 28 November 2011
Mengenal Cinta (2)
setelah mengenal cinta pertama, hari-hari masih aku lalui dengan baik, dan berusaha dengan sebaik mungkin, seceria mungkin, bertemu dengan teman-teman lainnya saat aku mulai masuk bangku kuliah.
masih seperti aku yang dulu, yang senang berteman dengan siapa aja, yang okeee diajak jalan ama siapa aja, yang ga pernah berfikir negatif, yang terus berusaha untuk nikmati hidup, dan yaa tentu sajaa.. pacaran sama orang-orang baru lagi (walau rangenya hanya semingu, dua minggu, sebulan, 3 bulan) >,<
sampai di semester 4 aku dekat sama salah satu temen sekelas (FA) yang waktu itu menganggap dirinya sebagai cowok matrealistis, dan dengan kedekatan itu, dia mengalami kemajuan dalam belajarnya, sampai akhirnya (aku juga ga tau kenapa) dia menyatakan cinta, dan ingin pacaran sama ku... (itu masa yg sulit :p) aku coba share ke temen-temen lainnya, apa yang harus aku lakukan, secara dia itu playboy cap kapak loohh... cewek-ceweknya dan rayuannya itu duahsyat abis... dan dengan keseriusan itu akhirnya aku menerima dia jadi pacarku. Yess selama 8 bulan kami lalui dengan asem asin manis pahitnya orang pacaran, dari ini itu, sana sini, membuat rasa yang ada semakin tumbuh dan tumbuh, dia yang keras, dan aku yang (karena cinta) jadi sosok yg sangat penurut, yesss klop... dia merasa akulah bidadarinya, dan aku merasa dialah pangeranku.. semuanya aku lalui sama dia, semua keluargaku tahu tentang dia, setiap hari bertemu, kemana-mana bersama, belajar, makan, semuanya sampai dapat dikatakan, dimana ada aku pasti ada dia, dan dimana ada dia pasti ada aku >,< tapi ternyata kecemburuan, kesalahpahaman menghancurkan semuanya.. dan yess kami berpisah dengan segala perkelahian yang ada, segala caci maki yang ada, dan segala tetes air mata yang mengalir. Kami berdua terluka dengan apa yang terjadi, tapi tak bisa berhenti saling melukai, kami menangis dengan keadaan seperti itu, namun tak mampu mengembalikannya seperti sedia kala. Dan yah... disitu aku terpuruk, terpuruk untuk yang kedua kalinya, dan bahkan sangat-sangat terpuruk, sangat-sangat hancur, mencoba mati itu bukan suatu hal yang "ga normal" untukku, karena aku telah beberapa kali melakukannya. Yess mencoba mati...
sampai akhirnya aku sadar, bener-bener sadar, kalau dia ternyata bukanlah orang yang tepat. Dan aku masih punya keluarga, punya orang tua, yg dulu kucari perhatiannya, kini memperhatikan aku sepenuhnya, apa lagi yang kurang coba??? yaa aku memutuskan untuk bangkit... aku bangkit, aku berniat membanggakan mereka, namun tak henti menyesali diriku sendiri..
aku bertemu dengan lelaki lain (MAH), yang tak lain temen kuliahku (tapi saat itu kami sudah tamat), dia mulai mencoba meluluhkan hatiku, siap menerima aku apa adanya, dan yah... aku berfikir untuk mencoba kembali dengannya (ga salah kan ya??) lalu kami pun pacaran, dia mengenalkan aku pada keluarganya bahkan keluarga besarnya, dia yang anak tunggal menjadi kesayangan seluruh keluarga dan dengan membawaku, aku ikut menjadi kesayangan dikeluarganya. Ibunya yang sangat menyayangi aku, neneknya, pakde dan bude, pakle, semuanya sayang sekali sama ku, seluruh doa mereka terangi dengan menyebut namaku, dan karena pengalamanku yang menempahku menjadi seorang cewek yang mandiri membuat mereka merasa aku akan dapat membimbing dan sabar menemani anak, cucu dan keponakan mereka. Dan tentu saja aku berusaha, aku berusaha membimbingnya (dengan segala kelemahanku) mengingatkannya, mendoakannya, selalu berusaha ada untuknya, sampai aku keterima kerja diluar kota, semuanya berubah dia semakin menjadi, semakin pencemburu, selalu berfikir negatif atas semua aktivitasku, dan yapp maafkan aku yg ternyata tak sekuat itu, hubungan selama 1 Tahun 6 Bulan pun kandas dengan perselisihan (menurut dia) aku mencoba sebaik mungkin, aku mendatangi orang tuanya, meminta maaf atas ketidaksanggupanku menjalani dengannya. Dan untuk seterusnya mereka tetep menjadi keluargaku.
Dear Biyung & Romo,
Maafin lia ya biyung, biyung yg banyak mengajarkan lia bagaimana menjadi seorang wanita, mengajarkan lia arti keluarga, menyayangi lia tanpa imbalan apapun, maafin lia yang udh menyakiti biyung dan romo, merusak segala impian, tapi lia sungguh tak sanggup lagi, lia tak mampu menjalani semuanya lagi. Dan untuk Alm. Nenek, nenek tau lia sayang sekali sama nenek, walau tanpa aliran darah yg sama, nenek adalah nenek lia, lia sayang,lia rindu sama nenek.. maafin lia yg tak bisa ada disaat nenek menghembuskan nafas terakhir, bahkan untuk ziarah kerumah nenek yg baru pun lia belum mampu... tapi nenek pasti tau, lia selalu mendoakan nenek.. lia sayang kalian semua :')
be continued.....
masih seperti aku yang dulu, yang senang berteman dengan siapa aja, yang okeee diajak jalan ama siapa aja, yang ga pernah berfikir negatif, yang terus berusaha untuk nikmati hidup, dan yaa tentu sajaa.. pacaran sama orang-orang baru lagi (walau rangenya hanya semingu, dua minggu, sebulan, 3 bulan) >,<
sampai di semester 4 aku dekat sama salah satu temen sekelas (FA) yang waktu itu menganggap dirinya sebagai cowok matrealistis, dan dengan kedekatan itu, dia mengalami kemajuan dalam belajarnya, sampai akhirnya (aku juga ga tau kenapa) dia menyatakan cinta, dan ingin pacaran sama ku... (itu masa yg sulit :p) aku coba share ke temen-temen lainnya, apa yang harus aku lakukan, secara dia itu playboy cap kapak loohh... cewek-ceweknya dan rayuannya itu duahsyat abis... dan dengan keseriusan itu akhirnya aku menerima dia jadi pacarku. Yess selama 8 bulan kami lalui dengan asem asin manis pahitnya orang pacaran, dari ini itu, sana sini, membuat rasa yang ada semakin tumbuh dan tumbuh, dia yang keras, dan aku yang (karena cinta) jadi sosok yg sangat penurut, yesss klop... dia merasa akulah bidadarinya, dan aku merasa dialah pangeranku.. semuanya aku lalui sama dia, semua keluargaku tahu tentang dia, setiap hari bertemu, kemana-mana bersama, belajar, makan, semuanya sampai dapat dikatakan, dimana ada aku pasti ada dia, dan dimana ada dia pasti ada aku >,< tapi ternyata kecemburuan, kesalahpahaman menghancurkan semuanya.. dan yess kami berpisah dengan segala perkelahian yang ada, segala caci maki yang ada, dan segala tetes air mata yang mengalir. Kami berdua terluka dengan apa yang terjadi, tapi tak bisa berhenti saling melukai, kami menangis dengan keadaan seperti itu, namun tak mampu mengembalikannya seperti sedia kala. Dan yah... disitu aku terpuruk, terpuruk untuk yang kedua kalinya, dan bahkan sangat-sangat terpuruk, sangat-sangat hancur, mencoba mati itu bukan suatu hal yang "ga normal" untukku, karena aku telah beberapa kali melakukannya. Yess mencoba mati...
sampai akhirnya aku sadar, bener-bener sadar, kalau dia ternyata bukanlah orang yang tepat. Dan aku masih punya keluarga, punya orang tua, yg dulu kucari perhatiannya, kini memperhatikan aku sepenuhnya, apa lagi yang kurang coba??? yaa aku memutuskan untuk bangkit... aku bangkit, aku berniat membanggakan mereka, namun tak henti menyesali diriku sendiri..
aku bertemu dengan lelaki lain (MAH), yang tak lain temen kuliahku (tapi saat itu kami sudah tamat), dia mulai mencoba meluluhkan hatiku, siap menerima aku apa adanya, dan yah... aku berfikir untuk mencoba kembali dengannya (ga salah kan ya??) lalu kami pun pacaran, dia mengenalkan aku pada keluarganya bahkan keluarga besarnya, dia yang anak tunggal menjadi kesayangan seluruh keluarga dan dengan membawaku, aku ikut menjadi kesayangan dikeluarganya. Ibunya yang sangat menyayangi aku, neneknya, pakde dan bude, pakle, semuanya sayang sekali sama ku, seluruh doa mereka terangi dengan menyebut namaku, dan karena pengalamanku yang menempahku menjadi seorang cewek yang mandiri membuat mereka merasa aku akan dapat membimbing dan sabar menemani anak, cucu dan keponakan mereka. Dan tentu saja aku berusaha, aku berusaha membimbingnya (dengan segala kelemahanku) mengingatkannya, mendoakannya, selalu berusaha ada untuknya, sampai aku keterima kerja diluar kota, semuanya berubah dia semakin menjadi, semakin pencemburu, selalu berfikir negatif atas semua aktivitasku, dan yapp maafkan aku yg ternyata tak sekuat itu, hubungan selama 1 Tahun 6 Bulan pun kandas dengan perselisihan (menurut dia) aku mencoba sebaik mungkin, aku mendatangi orang tuanya, meminta maaf atas ketidaksanggupanku menjalani dengannya. Dan untuk seterusnya mereka tetep menjadi keluargaku.
Dear Biyung & Romo,
Maafin lia ya biyung, biyung yg banyak mengajarkan lia bagaimana menjadi seorang wanita, mengajarkan lia arti keluarga, menyayangi lia tanpa imbalan apapun, maafin lia yang udh menyakiti biyung dan romo, merusak segala impian, tapi lia sungguh tak sanggup lagi, lia tak mampu menjalani semuanya lagi. Dan untuk Alm. Nenek, nenek tau lia sayang sekali sama nenek, walau tanpa aliran darah yg sama, nenek adalah nenek lia, lia sayang,lia rindu sama nenek.. maafin lia yg tak bisa ada disaat nenek menghembuskan nafas terakhir, bahkan untuk ziarah kerumah nenek yg baru pun lia belum mampu... tapi nenek pasti tau, lia selalu mendoakan nenek.. lia sayang kalian semua :')
be continued.....
Mengenal Cinta (1)
semua orang pasti mengenal yang namanya cinta, bahkan mungkin merasakan (sampai akhirnya menyatakan) apa itu cinta... walau sebenernya menurut aku, cinta itu terlalu susah untuk dikatakan, dinyatakan, karena itu hanya dapat dirasakan, dan yang dirasakan itu juga bisa berubah-berubah.. ya begitulah cinta menurut definisiku.. :p
cinta, ada cinta orang tua pada anaknya, dulu sewaktu ku masih duduk di bangku SLTP (mencari jati diri lhoo) aku ga nemuin yg namanya cinta orang tua pada anaknya (menurut versi aku lhoo), ortu yang sibuk dan yapp (menurut versi aku lagii yah :p) pilih kasih antara aku dan ketiga saudaraku yang lain membuat aku lebih care, lebih peduli sama temen dibandingkan keluargaku... tapi Alhamdulillah, Allah masih sayang sama aku, aku diberi otak buat berfikir, bagaimana caranya mendapatkan perhatian orang tua ku, dan Alhamdulillah juga, aku berusaha dalam hal pendidikan, aku belajar giat, belajar keras untuk membanggakan mereka, dan kalian tau hasilnya? aku tetep ga dianggap.. sampai akhirnya aku berfikir maybe.. aku bukan anak kandung, secara dari porsi wajah aku yg paling berbeda diantara semuanya, apalagi porsi warna kulit ku yang item, sedangkan semua keluargaku itu putih ajiiibb.. >,<
aku tetep ga nyerah kok, aku berusaha kasih yang terbaik, beri yang terbaik, sampai akhirnya aku bertemu dengan seorang cowok dimasa SMAku, yeess his name is MSL. Sebenernya kalo ngomongin pacar, pacar aku buanyak loh... tapi cuma sekedar status pacaran yg aku jalanin, tanpa ada perasaan khusus yg bener-bener akan membuat aku bertekuk lutut padanya, tapi MSL dia mencuri hatiku, oohh tidak... aku yg memberikannya secara ikhlas.. :) kami pun jadian kurang lebih 1 Tahun 3 Bulan, dan aku ga ngerti gimana kisah cinta itu bisa ambles.. yaaahh mungkin karena aku yg masih kekanak2an, dan ya mungkin ga jodoh kali yah.. :p hihihihi, seterusnya aku jadi penyakitan, aku sering banget pingsan, ga ngerti kenapa.. orang-orang pada berfikir karena aku putus dari MSL, dan yappp.. itu buat aku ikhlasin MSL, karena kasiiann beud dia jadi disalahkan orang-orang karena aku :'( *i'm so sorry kakaa, i wish u will be happy forever*
Yess, itu cinta pertama yang bener-bener cinta yang kurasa, dia membuat aku mengerti apa arti pengorbanan, arti sebuah rasa, arti dari usaha, dia mengajariku hal itu...terima kasih kakaakk :)
be continued.....
cinta, ada cinta orang tua pada anaknya, dulu sewaktu ku masih duduk di bangku SLTP (mencari jati diri lhoo) aku ga nemuin yg namanya cinta orang tua pada anaknya (menurut versi aku lhoo), ortu yang sibuk dan yapp (menurut versi aku lagii yah :p) pilih kasih antara aku dan ketiga saudaraku yang lain membuat aku lebih care, lebih peduli sama temen dibandingkan keluargaku... tapi Alhamdulillah, Allah masih sayang sama aku, aku diberi otak buat berfikir, bagaimana caranya mendapatkan perhatian orang tua ku, dan Alhamdulillah juga, aku berusaha dalam hal pendidikan, aku belajar giat, belajar keras untuk membanggakan mereka, dan kalian tau hasilnya? aku tetep ga dianggap.. sampai akhirnya aku berfikir maybe.. aku bukan anak kandung, secara dari porsi wajah aku yg paling berbeda diantara semuanya, apalagi porsi warna kulit ku yang item, sedangkan semua keluargaku itu putih ajiiibb.. >,<
aku tetep ga nyerah kok, aku berusaha kasih yang terbaik, beri yang terbaik, sampai akhirnya aku bertemu dengan seorang cowok dimasa SMAku, yeess his name is MSL. Sebenernya kalo ngomongin pacar, pacar aku buanyak loh... tapi cuma sekedar status pacaran yg aku jalanin, tanpa ada perasaan khusus yg bener-bener akan membuat aku bertekuk lutut padanya, tapi MSL dia mencuri hatiku, oohh tidak... aku yg memberikannya secara ikhlas.. :) kami pun jadian kurang lebih 1 Tahun 3 Bulan, dan aku ga ngerti gimana kisah cinta itu bisa ambles.. yaaahh mungkin karena aku yg masih kekanak2an, dan ya mungkin ga jodoh kali yah.. :p hihihihi, seterusnya aku jadi penyakitan, aku sering banget pingsan, ga ngerti kenapa.. orang-orang pada berfikir karena aku putus dari MSL, dan yappp.. itu buat aku ikhlasin MSL, karena kasiiann beud dia jadi disalahkan orang-orang karena aku :'( *i'm so sorry kakaa, i wish u will be happy forever*
Yess, itu cinta pertama yang bener-bener cinta yang kurasa, dia membuat aku mengerti apa arti pengorbanan, arti sebuah rasa, arti dari usaha, dia mengajariku hal itu...terima kasih kakaakk :)
be continued.....
Oret-oret :)
terima kasih untuk orang-orang jenius yang menciptakan berbagai jenis kemanfaatan ini... dan aku yang tak tahu bagaimana harus mengungkapkan perasaanku mencoba menggunakan manfaat ini..
ini.. cuma orat oret, orat oret cewek yang akan beranjak dewasa (ups-tua) cuma untuk menceritakan kisahku saja... kisah yang pastinya kalian alami disaat, waktu dan cara yang berbeda.. :)
life is beautiful... cuma itu.. :)
ini.. cuma orat oret, orat oret cewek yang akan beranjak dewasa (ups-tua) cuma untuk menceritakan kisahku saja... kisah yang pastinya kalian alami disaat, waktu dan cara yang berbeda.. :)
life is beautiful... cuma itu.. :)
Langganan:
Postingan (Atom)